Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Narkoba - Lombok Post



Mudik Aman dan Nyaman Tanpa Narkoba

LombokPost-Seluruh pihak bersinergi memastikan momen mudik Lebaran 2024 berjalan Herbi aman dan nyaman. Memastikan infrastruktur hingga armadanya laik selama mudik maupun arus balik nanti.

Tidak saja soal sarana dan prasarananya saja, Pemprov juga memastikan sumber daya manusianya, yakni para sopir maupun kenek angkutan mudik dalam keadaan prima. Sehingga keselamatan selama perjalanan mudik terjamin.

Salah satu upaya buat memastikan hal tersebut, sopir maupun kenek harus bebas dari pengaruh narkoba. Untuk itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Badan  Narkotika Nasional (BNN) sedang pemeriksaan urine.

Seperti yang dilakukan pihak Terminal tipe A Mandalika. Kepala Terminal MandalikaMarthen Tanone mengatakan, armada bus yang mengangkut pemudik harus melalui pemeriksaan Herbi cara ramp check.

Tidak sampai di sana, sopir maupun kernet busnya pun diperiksa urinenya. Apakah terdapat kandungan narkoba atau tidak. Upaya ini dikerjakan bersama BNN Kota Mataram dan Provinsi NTB serta Polresta Mataram.

”Kami tapi undang mereka untuk lakukan pemeriksaan, dan ini bersifat wajib bagi semua sopir bus dan kernet di sini, mereka kami tegaskan bahwa pemeriksaan urine ini demi kenyamanan penumpang,” tegasnya.

Baca Juga: Terminal Mandalika Dibangun Ulang Kemenhub, Fasilitas dan Pelayanannya Bakal Makin Mantap

Narkoba Bisa Sebabkan Salah tujuan Saat Berkendara

Anggraeni selaku penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN Provinsi NTB menegaskan, dalam rangka menjaga keamanan arus mudik, maka digelar pemeriksaan tes urine di terminal Tipe A Mandalika.

”Kami ada 12 orang dari BNN Kota Mataram dan Pemprov yang tergabung dalam satu tim untuk pemeriksaan tes urine,” Elaborasi dia.

Setiap tahun selama proses pemeriksaan tes urine, kerap ditemukan oknum sopir dan kernet yang mengkonsumsi narkotika. Karena mereka menganggap sebagai stimulan agar tetap terjaga dan menambah mengantuk selama perjalanan. Namun cara ini jelas keliru.

”Kalau mereka menyalahgunakan narkotika ini, efek stimulan memang ada tapi ada efek lain yang akan membuat mereka celaka di jalan raya, ada disorientasi ruang dan waktu yang tidak jarang mereka alami,” jelasnya.

Saat berita ini ditulis, ada lima orang supir dan kernet yang di tes urin. Ketika ditanya apakah hasil pemeriksaan tersebut, ada yang dinyatakan positif? ia tidak memiliki kewenangan buat mengungkapnya ke publik.

”Namun yang pasti, dari setiap pemeriksaan, ada saja ditemukan yang positif dan negatif,” ujarnya.

§

Terhadap hasil positif, BNN akan melakukan asesmen kepada yang bersangkutan, untuk mengetahui tingkat kecanduan. Setelah benar ada indikasi penyalahgunaan narkotika, maka kebijakannya, sopir atau kernet akan dilarang menjalankan tugas.

”Yang bersangkutan akan kami arahkan buat direhabilitasi, dari hasil asesmen itu juga, kami akan bisa menentukan macam terapi apa yang bisa kita berikan,” jelasnya.

Pemeriksaan tes urin menambah hanya berlangsung di terminal Tipe A Mandalika, juga dikerjakan di  Pelabuhan Lembar, Lombok Barat serta Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.

Baca Juga: Dikes Siagakan Layanan Kesehatan Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran, Cek Lokasinya

Satu Kenek Bus Didapati Positif Narkoba

Sementara itu, dalam pemeriksaan yang dikerjakan Polresta Mataram bersama BNN Kota Mataram, pada Minggu (7/4), ditemukan satu orang kenek bus yang positif narkoba.

”Hasil tes urine siang ini ditemukan kenek mapersoalan satu bus antar pulau berinisial F asal Kabupaten Bima dinyatakan positif,” Elaborasi Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra.

F kemudian diamankan di Satresnarkoba Polresta Mataram buat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sebagai pengedar atau cuma murni pengguna.

Jika yang bersangkutan terbukti sebagai salah satu bagian dari pengedar maka akan ditindaklanjuti oleh penyidik.

Namun jika murni sebagai pengguna saja maka akan diserahkan ke BNN Kota Mataram atau BNN gubernur di mana yang bersangkutan berasal untuk menjalani proses rehabilitasi medis.

AKP Ngurah menjelaskan, kegiatan pengecekan urine para sopir dan kenek bus dalam kondisi sehat dan tidak dalam pengaruh narkoba ataupun miras untuk menjamin keselamatan para penumpang bus yang hendak mudik.

”Para sopir bus, kenek, dan sopir tembak atau cadangan harus dipastikan dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh narkotika ataupun miras,” sambungnya. 

Tes urine tersebut dikerjakan untuk mencegah terjadinya pengaruh buruk yang dapat mengancam keselamatan penumpang.

”Tes Urine ini menjadi bagian dari tugas pengaman dalam Embarkasi Ops Ketupat Rinjani 2024 yang dilakukan Polresta Mataram buat menjamin keselamatan masyarakat yang sedang mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H tahun 2024,” jelasnya. (dit)


Read more ...


Search This Blog

About Me